Semua orangtua ingin anaknya masuk sekolah favorit. Sebagian di antara mereka melakukan berbagai cara.
Bahkan ada yang tak sungkan hendak memberi uang puluhan juta kepada kepala sekolah supaya keinginannya terwujud.
Muhammad Syarifuddin, Kepala SMKN 2 Balikpapan saat ditemui Tribun, Senin (11/7/2016), mengaku pernah diiming-imingi puluhan juta rupiah oleh orangtua calon siswa.
"Saya terus dihubungi banyak orang, baik melalui SMS atau telepon. Intinya mereka bilang anaknya minta dimasukkan di SMKN 2. Berapa pun bayarannya akan dikasih, yang penting bisa dijamin masuk," kata Syarifuddin.
Bukan hanya ia yang sering menerima telepon dari orangtua calon siswa, istrinya pun setali tiga uang.
Mereka membujuk sang istri, supaya ia memberi jaminan kepada anaknya masuk ke sekolah tersebut.
"Istri saya cerita ke saya. Mereka tanya bagaimana caranya bisa langsung diterima. Sampai ada yang tawarkan uang puluhan juta rupiah," tutur pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah ini.
Bagaimana reaksi Syarifuddin? Ia sama sekali tak tergiur dengan iming-iming tersebut. Menurutnya cara itu sama sekali tidak benar.
Namun, ia tak lantas meluapkan amarah kepada siapapun yang hendak memberinya sogokan.
Mantan Kepala Sekolah SMKN 3 Balikpapan ini mengingatkan orangtua calon siswa secara santun.
"Saya kasih tahu saja, sebaiknya hindari menyogok pakai uang. Ikuti aturan saja. Daripada nanti ke depan kena masalah, urusan jadi semakin panjang. Nanti bermasalah terus kasihan anaknya," kata pria lulusan Magister Pengelolaan Air dari Asian Institute of Technology Thailand ini.
Menurutnya, penentuan penerimaan siswa baru mengacu pada petunjuk teknis kebijakan Wali Kota melalui Dinas Pendidikan Kota Balikpapan dengan dasar acuan prestasi siswa di dalam dan luar sekolah.
Faktor bina lingkungan dan keluarga dari golongan orang-orang miskin juga menjadi pertimbangan.
Apalagi sudah beberapa tahun ini, Disdik Balikpapan memberlakukan PPDB secara online.
Sistem pendaftaran, verfikasi hingga pengumuman bisa dipantau langsung oleh calon siswa dan orangtua siswa.
"Sekolah ini bukan punya saya pribadi. Tidak bisa terima begitu saja. Pakai seleksi aturan yang berlaku. Kalau memang belum diterima anggap saja belum rezeki, tidak harus memaksa pakai cara-cara yang salah," terangnya.
Berdasarkan hitungan, SMKN 2 Balikpapan mendapat jatah siswa baru 13 ruangan, yang tiap ruangan berisi 40 anak.
"Yang tentukan kuota bukan dari kami. Ditentukan dari Dinas Pendidikan," kata Syarif.
Pada PPDB kali ini, SMKN 2 menyediakan tiga ruangan pendaftaran. Tiap ruangan tersedia dua perangkat komputer untuk input data calon siswa.
Setelah berkas persyaratan lengkap dan mengisi formulir pendaftaran, selanjutnya panitia melakukan proses pendataan.
Pihak sekolah menganggarkan Rp 3,3 juta untuk pengadaan akses internet Telkom selama seminggu.